Cinta
itu Normal
(Sebuah
Cerpen)
“Nis!!”
Sebuah sapaan menghentikan langkah kakiku
memasuki kelas. Kepalaku pun berputar sembilan puluh derajat ke arah kanan,
arah sumber sapaan itu. Aku kenal betul suara lembut yang memanggil namaku itu.
Padahal dulu suara itu sangat asing sekali.
“Ya, ada apa?” tanyaku, untuk memastikan
apa dia hanya menyapa bukan memanggil. Jujur, sebenarnya aku belum bisa
membedakan antara sapaan atau panggilan darinya.
